New movella


0Likes
1Comments
275Views
AA

1. Forbidden love (meet you) 1

Date 06-02,2014 12:33 AM

South Korea,Seoul

Park hyojin VOC

"Yaak kenapa kuku ku sangat buruk",

"Lain kali kau harus mewarawatnya hana ya", ucap kedua yeoja yang masih saling bercakap-cakap didepanku,

"Hyojin ya, apakah pulang sekolah nanti kau akan ikut dengan kami ?, kebetulan aku sudah membelikan 3 tiket untuk kita semua", ujar sunghyon sambil menggenggam tanganku,

"Mian sunghyon ya, aku tidak bisa. Aku harus menjaga rumahku, kau tau kan ibuku sedang keluar kota untuk pekerjaannya", jawabku panjang lebar dan dijawab dengannya lewat helaan nafas panjang darinya,

"Huft baiklah, dasar wanita karir",

"Hey sunghyon ya, mungkin kita bisa menginap dirumah hyojin ya, bagaimana ? Bagus bukan ideku ini ?",

"Yahh kau tidak pernah salah, bagaimana hyojin ya apakah kami boleh menginap dirumahmu ?",

" a a aku t tidak tau", "yap aku tanggap itu iya", jawab hana sambil tersenyum didepanku, yah aku tidak bisa menghindari mereka kali ini, bagaimana pun aku juga butuh teman dirumah setelah ibu pergi ke pyeongyang untuk tuntutan pekerjaannya. Ayolah pasti ini sangat menyenangkan hyojin ya,

"Pulang sekolah ini aku akan bersiap-siap untuk menginap dirumahmu bagaiman sunghyon ya",

"Baiklah aku akan mengikutimu. Hey hyojin ya kenapa kau diam ?, kau tidak mau kalau kami menginap dirumahmu ?",

"Bu bu bukan begitu, hanya saja aku memikirkan kalian akan tidur dimana",

"Ahahahh hanya itu ?,kami akan tidur dimana saja inikan pesta menginap", yah mereka ada benarnya juga, setidaknya aku harus bersenang-senang dan bukannya malah menolak kesenangan ini, yap aku harus menunggu mereka dirumahku,

"Aku akan menunggu kalian, jangan sampai tidak", jawabku diikuti dengan senyuman dari diriku,

"Tidak masalah hyojin ya".

***

Aku tepat duduk diruang keluargaku, menunggu kedua anak itu datang untuk menginap dirumahku, huft cukup lama menunggu mereka berdua yang kini aku tidak tau dimana mereka saat ini

"KRINGGG~"

Suara bel rumah membuatku tersontak berdiri dan berjalan kearah pintu itu, akhirnya mereka datang. Apakah mereka tidak tau betapa lelahnya aku menunggu mereka ?.

Kubuka pintu rumahku tetapi tak sama sekali kudapatkan orang satu pun disana, mungkin hanya orang-orang bodoh yang hanya mau membunyikan bel-bel rumah. Kututup kembali pintu rumahku, belum kuambil jalan selangkah bel pintu rumahku berbunyi lagi, kini dengan cepat-cepat aku membukanya dengan cepat,

"Kena kau...", sama sekali tak ada orang ditempat ini, hembusan nafas kini mengenai tengkukku aku hampir mati ketakutan dan sama sekali tidak mau menghadap kebelakang. Apa ini ? Tolong aku tuhan. Aku membalikkan tubuhku dan mendapati seorang namja tinggi yang entah dari mana dirinya masuk, matanya yang tajam menatap kearahku, berwajah pucat, dan tampan itu kini memegang kedua tanganku, aku membulatkan mataku heran kearah namja didepanku ini,

"Tolong aku", ucapnya dengan lembut, entahlah mungkin namja ini penjahat atau apa, tapi melihatnya cukup kasihan,

"Nu nu nugu...", belum sempat aku melanjutkan perkataanku kini namja itu jatuh pingsan dengan posisi kepala tepat dibahuku, dapatku rasakan kini pipiku kembali merah, tanganku bergetar hebat dan pemikiranku menjadi bingung, apa yang harus aku lakukan ? Apakah mengajaknya masuk dan akhirnya ia tiba-tiba MENYERANGKU ? Yah sepertinya aku harus membawanya masuk sebelum orang lain melihatnya.

Aku menuntunnya dan merebahkannya tepat diatas sofa diruang keluargaku, kuedarkan mataku melihat sisi centi dari wajah namja didepanku ini, mana bisa ada namja tampan seperti dirinya ditemapat ini ?, dan.....

Ah aku masih bingung dari mana namja ini berasal, sepertinya ia berasal dari luar kota ataupun luar negri, bisa dilihat dari cara berpakaiannya yang rapih dan modern dengan baju hoddie yang ia kenakan, ia menjadi sangat mengagumkan. Aku baru ingat kalau namja ini masih tak sadarkan diri, aku harus apa ? Aku masih bingung.

Kakiku kini berarah kearah dapur, sekarang tanganku bergerak untuk menyedu coklat panas untuk namja itu bila ia bangun nanti, ini dan ini dan itu, dan akhirnya selesai juga.

Aku segera kembali berjalan kearah ruang keluargaku sambil membawa coklat panas untuknya, langkahku terhenti saat dirinya dalam posisi duduk dan seperti mempersilahkan cahaya yang masuk kearah matanya itu. Aku kurang siap untuk bertemu dengan namja itu lagi. Aku berjalan pelan dan sepertinya namja itu sadar dengan kesambutanku disini yah bisa dilihat dengan dirinya yang menoleh kearah belakang dan memperhatikanku dengan lekat,

" k k kau sudah sadar ?", tanyaku dengan gugup, tetapi ia mengedarkan pandangannya kesegala arah dan bukannya untuk menjawab pertanyaanku ini,

" baiklah, ini kubuatkan coklat panas untukmu",

" terima kasih", jawabnya dingin, ia mengambilnya ditanganku dengan tangan yang sedikit terlihat dingin dan kaku itu,

" kau dari mana ?", tanyaku sambil memberanikan diri untuk mengangkat pembicaraan diantara kami, ia menggelengkan kepalanya lambat sehingga dirinya tak mau memberitaukannya kepadaku,

" dasar aneh", decakku pelan, ia masih terdiam dan tidak mau mengeluarkan suaranya kembali, untung saja saat ini ibuku sedang bekerja ke pyeongyang dan kalau tidak huft jangan harap namja ini bisa berada disini,

" KRINGGG~"

Bel rumahku berbunyi lagi, mungkin itu hana dan sunghyon. Aku membuka pintu rumahku dan terexpos kedua yeoja yang kutunggui tadi.

Park Hyojin VOC END

Lee Kiseop a.k.a Orion VOC

Yeoja itu kembali pergi menuju luar pintu, suara tawa para yeoja dapat kudengar dari daun telingaku dan tak jauh juga diikuti dengan langkah kaki yang sepertinya akan menuju ketempat ini,

" hyojin ya, dia siapa ?", bisa kudengar pertanyaan yeoja berambut pendek itu menunjuk kearahku, bisa kulihat yeoja bernama hyojin itu seperti sedang berbisik kepada kedua temannya.

Tiba-tiba kedua yeoja itu mendatangiku dan diikuti dengan yeoja berwajah manis bernama hyojin dibelakang mereka saat ini,

" oppa siapa namamu ?", hais aku baru ingat kalau aku tidak boleh memberitahukan nama sebenarnya kepada mereka, mungkin sedikit mengarang bisa membantuku,

" oppa, kau dengar aku ?",

" namaku l l lee ki kiseop", apakah aku terlihat gugup ? Ataukah hanya perasaanku saja kalau yeoja bernama hyojin itu menatap heran kearahku sambil menyilangkan kedua tangannya,

" oppa perkenalkan namaku hana dan disebelahku ini sunghyon",

" ne oppa salam kenal", kini dilanjutkan oleh yeoja berambut ikal,

" hey sebaiknya kal...",

" tunggu sebentar hyojin ya, oppa aku ada satu pertanyaan lagi untukmu", ujar yeoja bernama hana itu, membuatku sedikit memicingkan alisku kearahnya,

" mwo ?", tanyaku penasaran,

" apakah kau sudah mempunyai yeojachingu ?", tanyanya langsung, apakah harus aku menjawabnya ?, tidak mungkin kalau aku langsung menjawabnya langsung pada mereka,

" belum", jawabku diikuti dengan gelengan kepala dariku, kedua yeoja didepanku kini mengangguk mengerti dan dapat kusimpulkan mereka tersenyum sangat misterius didepanku,

" sudahlah hana ya sunghyon ya biarkan dia istirahat", cela seorang yeoja bernama hyojin itu kembali, sekarang kedua yeoja itu menuruti apa kata hyojin saat ini, dan mereka segera berjalan melewati tangga seperti akan menuju kesebuah kamar dilantai atas itu,

" setelah kau pulih sebaiknya kau segera pulang", pesan hyojin padaku, ia berbalik untuk mengikuti kedua temannya tersebut,

" hyojin sshi", panggilanku membuatnya menatap kearah belakang dan menatap heran kearahku,

" ne ?, wae ?",

" aku akan pulang sekarang, terima kasih atas pertolonganmu", ujarku, ia berjalan kearahku dan sedikit mendongak keatas karena keadaan tubuhnya yg sangat pendek dariku,

" benar tidak apa ?, maafkan kata-kataku tad....",

" gwenchana, aku sudah mulai pulih"

" huft baiklah", dirinya sempat mengantarkanku sampai depan pintu rumahnya dan masih sempat ada kontak mata diantara kami.

Sekilas pemikirannya terbaca olehku, ia memikirkan apakah aku akan kembali lagi ?, haha dasar yeoja manis,

" aku akan kembali",

" m m mwo ?,ba bagaimana...",

" aku akan kembali jika itu maumu",

" haha kapan aku mau permintaan itu ?,dasar namja aneh",

" terima kasih untuk semuanya hyojin sshi, aku pulang dulu", aku kembali meninggalkannya yang kini dirinya masih berdiri tepat didepan pintu rumahnya. Segera kupakai kembali hoddie dikepalaku untuk melindungi wajahku dari sinar matahari.

***

Aku berjalan tepat dilorong villa dan kembali membuka hoddieku ini, menggantikannya dengan jas yang sengaja disiapkan untukku dan berjalan menuju aula villa ini.

Sesampainya dapat kulihat hyung dan noonaku sudah berada disana sambil menatap kecewa kearahku,

" kemana saja kau ?", tanyanya penuh penekanan,

" bukan urusanmu", jawabku seketus mungkin, namja bernama aiden lee itu kembali meremat tangannya kuat dan berjalan cepat kearahku sehingga membuat tangan kanannya sukses meremas kuat kerah bajuku,

" bukan urusanku hah ? Sudah kubilang untuk apa kau mendekati seorang manusia ? Kau tau kalau kita ini bukan sebangsa dengan mereka ?! Harusnya kau tau itu orion. Kalau ayah tau kau seperti ini, mungkin kau akan dicap sebagai mahluk yang mengotori clan kita !", aku mendorong tubuhnya dengan kuat sehingga kini jarakku dengannya kembali renggang,

" apa urusanmu !, hyung macam apa kau ? Setidaknya biarkan aku bahagia, kalau kau selalu mengikuti perintah ayah. Kau selamanya tidak akan laku aiden lee",

"BUGGG~", hantaman keras mengenai pipiku dapat kudengar kini noona menghentikan perbuatan hyung yang sudah melampaui batas,

" orion, setidaknya kau minta maaf pada hyungmu",

" aku tidak mau noona", aku berjalan cepat menuju kamarku dan sama sekali tak kusahutkan panggilan kakak-kakaku itu.

Kubanting pintu kamarku dengan kuat dan meremas rambutku kesal sambil menatap diriku kearah sebuah kaca.

Tidakkah mereka merasakan suka kepada seorang manusia ?, aku melakukan rencana ini dengan susah payah tetapi mereka tidak menghargaiku sama sekali. Ah ya aku hampir memikirkan rencanaku tadi siang, berpura-pura pingsan bukanlah hal yang sepele bukan ?.

Sejak 5 tahun yang lalu aku sudah mulai menyukai yeoja itu, tapi 5 tahun berturut-turut aku belum berani mendekatinya, yah asalkan kalian tau, 5 tahun silam dia masih duduk dibangku kelas 1 sekolah menengah pertama. Hah lucunya yeoja bernama hyojin sshi itu, dan kini aku mulai mendekatinya.

Aku yakin kalau yeoja itulah yang menjadi takdirku nanti, tidak atau iyanya aku harus mencari tau benarkah yeoja itu takdirku.

***

Next monday

13:46 PM

Aku berdiri dibelakang pohon mengamati bangunan besar yang dirubungi banyak orang-orang maupun itu yeoja ataupun namja, yah ini dia sekolah. Mahluk seperti kami tidak butuh sekolah, yah itulah yang disebut oleh ayah.

Kerumunan yeoja membuatku mencari yeoja bernama hyojin sshi saat ini, belum ada tanda-tanda dirinya sama sekali.

Aku kembali memakai hoddie ku dan berjalan menuju kerumunan para yeoja itu,

" mian, apakah kalian mengenal hyojin sshi ?", dapat kutangkap tatapan kagum dari mereka semua melihat kearahku, ckck inilah yang aku dapatkan saat bertemu para wanita,

" mian apakah kalian mendengarkanku ?",

" hyo hyo hyojin sshi ? Kami tidak tau, mungkin dia sudah pulang oppa", yang benar saja, sedari tadi aku menunggunya disini,

" kalau begitu terima kasih, maaf mengganggu",

Aku berjalan malas dipinggiran kota karena tidak dapat menemukan yeoja itu hari ini, daun mulai berguguran seperti biasanya. Dasar manusia, tidakkah kalian tidak melakukan hal itu ditempat umum ? Menyebalkan.

Aku membuang jauh pandanganku dari orang yang sedang bercumbu ria ditempat ini, kuedarkan pandanganku melihat seorang yeoja yang kukenal kini menampakkan sisi wajahnya, tapi... Tunggu... Siapa ketiga namja yang memaksa dirinya dengan kasar itu ?.

TBC

Join MovellasFind out what all the buzz is about. Join now to start sharing your creativity and passion
Loading ...