Black Pearl

Recommended for you, if you want to meet 12 cool wolves ! Inspired by EXO Melon Drama

0Likes
3Comments
616Views
AA

4. Chap. 4

Jinju menyenderkan badannya pada tembok depan ruang kelas. Matanya bergerak cepat menelusuri setiap rangkai kata pada novel karya Stephanie Meyer. Memang cerita dalam novel itu lebih dominan tentang vampire, tapi ada beberapa cerita tentang werewolf juga. Werewolf hanya hidup dalam novel, tegasnya dalam hati.

"Jinju, ini." Minjung mengulurkan segelas ice coffee di tangannya.

"Terimakasih." Jinju mulai menyeruput bubble yang masih mengapung di bagian permukaan.

"Karena kau tidak ingin pergi ke kantin, aku membelikanmu itu. Aku tidak tahu kau menyukainya atau tidak, tapi sepertinya kau menikmatinya." Minjung mendekatkan wajahnya pada sampul buku yang dibaca Jinju. "Kau tidak pergi ke kantin karena ini ? Kau sebaiknya pergi ke kantin dan makan sesuatu. Kau malah memilih membaca novel. Bukankah itu novel lama ? Kau baru membacanya ?"

Jinju berdeham pelan lalu kembali menyeruput ice coffeenya sebelum..

"Akkk.." Jinju jatuh tersungkur sambil mengerang kesakitan. Tiba-tiba saja seseorang menabraknya dari arah belakang. Novelnya sudah terlihat tidak baik. Ice coffee sudah jatuh dan membasahi hampir seluruh halaman novelnya. Sesaat dia ingin sekali mengumpat pada orang yang telah membuatnya terjatuh tadi sebelum seseorang membantunya berdiri.

"Oh, Maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku pikir tidak ada orang dibalik sini. Kau tidak apa-apa?"

Jinju melebarkan matanya saat mendapati orang menyebalkan itu adalah... Lay.

"Kenapa mereka selalu muncul disekitarku?" gerutu Jinju dalam hati.

"Jinju kau tidak apa-apa ?" tanya Minjung khawatir.

"Aku tidak apa-apa."

Seseorang berlari kencang mendekati mereka. "Ada apa ini ?" Xiu yang bertampang cemas sudah berdiri di depan Jinju. "Kau tidak apa-apa Jinju ?"

Jinju menggeleng kepalanya lemah. Dia menundukkan pandangannya dan melihat novelnya yang sudah tidak terbaca di beberapa halamannya.

Xiu mengikuti arah pandang Jinju, lalu segera menunduk dan meraih novel itu. Air kopi tadi menetes dari halaman-halamannya. "Ini punyamu ? Sepertinya sudah sangat kotor sehingga tidak bisa terbaca. Bagaimana ini ?"

Jinju tersenyum parau. "Tidak apa-apa."

"Tidak bisa begitu." kata Lay cepat.  "Ini salahku. Aku harus menggantinya."

Xiu membolak-balik halaman-halaman yang basah kuyup sambil mencoba membaca kata-kata di dalamnya. "Kau suka membaca novel fantasi seperti ini ? Buku ini bukannya tentang vampire dan werewolf, kan ?"

 "Aku sedang tertarik dengan buku seperti ini."

"Benarkah ?" Lay menyela kalimat Jinju. "Aku punya buku lain seperti itu. Kau ingin melihatnya ?"

Dahi Jinju berlipat tebal. Dia melemparkan pandangannya jauh. Haruskah dia mengatakan iya? atau tidak? Apakah dekat dengan mereka adalah sesuatu yang baik. Atau seharusnya tidak.

Lay mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Jinju. "Hey! Kau mau atau tidak ?"

Jinju mengangguk pelan. Dia tidak tahu apa yang sudah dilakukannya. Dia hanya mengikuti perasaannya.

"Ngomong-ngomong Lay ! Kau sudah berkenalan dengannya ?" tanya Xiu sambil menyeringai.

"Oh kau benar. Kita belum sempat berkenalan." Lay mengulurkan tangannya ke arah Jinju. "Namaku Lay. Kau Jinju, kan ? Senang bertemu denganmu."

Jinju membalas uluran tangan Lay. "Benar. Aku Jinju. Senang bertemu denganmu juga, Lay."

Lay menoleh ke arah Minjung yang berdiri membeku, lalu mengulurkan tangannya. "Dan kau ?"

Minjung meraih tangan Lay dengan gemetar. "Aku Minjung. Cheon Minjung."

"Senang bertemu denganmu. Aku Lay." kata Lay sambi tersenyum manis.

"Senang bertemu denganmu." Jawab Minjung tanpa mengedipkan matanya satu kalipun.

Xiu ikut mengulurkan tangannya pada Minjung. "Oh, Aku Xiumin. Senang berkenalan denganmu Minjung."

"Aku sangat senang...." kata Minjung dengan terpatah-patah.

Lay kembali menoleh pada Jinju. "Kalau begitu kau bisa temui aku di BWCW. Kau tahu tempatnya ?"

Xiu menepuk pundak Lay ringan. "Kau masih ingat kan Jinju?" Xiu merendahkan wajahnya dan mendekatkannya pada telinga Jinju. "Jangan beritahu siapapun. Oke ?" kata Xiu berbisik. "Jangan sungkan untuk berkunjung. Kami pergi dulu."

Xiu menarik pundak Lay dan mengajaknya pergi menjauh dari Jinju dan Minjung.

Jinju memalingkan wajahnya dan melihat Minjung masih terdiam dengan wajah... entahlah. Huh, Jinju mendengus pelan. "Kau ini kenapa ?" tanya Jinju aneh.

"Hey ! Kenapa kau tidak pernah memberitahuku kau mengenal mereka?" Minjung memicingkan matanya dan meletakkan wajahnya sangat dekat dengan Jinju. "Mereka ternyata sangaaat baik dan juga tampaaan. Seharusnya aku mengenal mereka sejak dulu." Minjung mendekapkan kedua lengannya di depan dada. "Tapi ada yang aneh. Baru kali ini aku melihat mereka dekat dengan siswa selain EXO? Bagaimana kau melakukannya?"

Jinju menggeleng kepalanya lalu menghambuskan nafas kuat. "Aku tidak tahu."

Join MovellasFind out what all the buzz is about. Join now to start sharing your creativity and passion
Loading ...